Blog EntryPrasangka Yang MerusakJul 19, '07 4:24 AM
for everyone
Saat keresahan, kekecewaaan, kegalauan melanda hatiku. Tak sengaja pagi ini kutemukan sebuah puisi yang isinya cukup menyentilku dan kemudian menggerakkan hatiku untuk bangkit dari keterpurukan.

Puisi berjudul "Merusak" yang ditulis oleh Sheila Stephens dalam buku "Chocolate For Woman's Blessings" itu cuplikannya sebagai berikut :

Aku dilukai dan dikecewakan seorang kawan,
dan menemukan diriku marah berkepanjangan,
Aku merusak semangatku
     karena orang lain.

Aku tidak mewujudkan mimpiku dengan seketika,
kemudian berhenti berusaha.
Aku merusak semangatku
    karena Ketidaksabaran.

Aku merasakan turunnya hujan di pintu musim dinginku,
dan mengeluh semuanya itu tidak cukup.
Aku merusak semangatku
    karena cuaca.

Aku memperhatikan hal-hal yang kumiliki
dan menyebut semuanya itu tidak cukup.
Aku merusak semangatku
    karena Rasa Kekurangan.

Aku berlari tergesa-gesa
dan kehilangan rasa damaiku.
Aku merusak semangatku
      karena Waktu dan Tindakan.

Aku melihat tantangan sebagai masalah,
dan takut terhadap hal buruk yang akan terjadi.
Aku merusak semangatku
    karena Kecemasan.

....

Prasangka. Ya, Prasangka. Allah ada dalam setiap prasangka hambaNya. Maka berprasangkalah yang baik-baik agar  hal baik pula yang akan terjadi pada kita.
Jika kita sedang dikecewakan oleh seorang teman, untuk apa kita marah berkepanjangan? Toh dengan marah berkepanjangan masalah tidak lantas terselesaikan, justru sebaliknya, diri kita sendiri yang akan dirugikan dengan hadirnya emosi negatif yang menggerogoti kesucian hati kita.
Ketika mimpi harus tertunda, untuk apa kita lantas berhenti berusaha? Mundurlah selangkah, tapi untuk mengambil "ancang-ancang" untuk lompatan yang lebih hebat.
Ketika tantangan ada di depan, untuk apa kita takut pada hal-hal terburuk yang akan terjadi? Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh kecemasan yang tak pasti.
Masalah itu ada tergantung bagaimana hati kita memandangnya, sebagai prasangka baik atau sebagai prasangka buruk? Jika prasangka buruk yang kita hadirkan, maka masalah tak segan akan menghampiri.

18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
arisulindra wrote on Jul 19, '07
Allah itu bagaimana prasangka hamba-Nya ya mbak
TFS.....
wib711 wrote on Jul 19, '07
sya2 said
marah berkepanjangan masalah tidak lantas terselesaikan, justru sebaliknya, diri kita sendiri yang akan dirugikan dengan hadirnya emosi negatif yang menggerogoti kesucian hati kita.
terus... kebawa terussss dalam pikiran bawah sadar
lama-lama malah cape hati sendiri, ngurusin hal ga guna.. :D
yuliamangesti wrote on Jul 19, '07
Jika kita sedang dikecewakan oleh seorang teman, untuk apa kita marah berkepanjangan? Toh dengan marah berkepanjangan masalah tidak lantas terselesaikan, justru sebaliknya, diri kita sendiri yang akan dirugikan dengan hadirnya emosi negatif yang menggerogoti kesucian hati kita.


se-7.... mending di letakkan dulu ya....
bundaulum wrote on Jul 19, '07
bagus neh sya...TFS ya...
myhaura wrote on Jul 19, '07
harus selalu khusnudz dzon ya intinya mbak...TFS :)
thetrueideas wrote on Jul 19, '07
jangan biarkan prasangka menguasai hatimu..
utheyabdullah wrote on Jul 19, '07
ada pepatah : you are what you think.
:))
bundaghani wrote on Jul 19, '07
setuju.....tfs
bundaicha wrote on Jul 19, '07
wah makasih postingannya..menambah semangat baru..
adesiti wrote on Jul 19, '07
wah, puisi yang bagus banget sya...
musti di tempel di laptop nih....*buat pengingat diri sendiri*
inimona wrote on Jul 19, '07
Allah ada dalam setiap prasangka hambaNya. Maka berprasangkalah yang baik-baik agar hal baik pula yang akan terjadi pada kita.
****
sering lupanya...walaupun bibir sering mengucapkannya...
iwananashaya wrote on Jul 19, '07
sya2 said
Prasangka. Ya, Prasangka. Allah ada dalam setiap prasangka hambaNya. Maka berprasangkalah yang baik-baik agar hal baik pula yang akan terjadi pada kita.
Jika kita sedang dikecewakan oleh seorang teman, untuk apa kita marah berkepanjangan? Toh dengan marah berkepanjangan masalah tidak lantas terselesaikan, justru sebaliknya, diri kita sendiri yang akan dirugikan dengan hadirnya emosi negatif yang menggerogoti kesucian hati kita.
Ketika mimpi harus tertunda, untuk apa kita lantas berhenti berusaha? Mundurlah selangkah, tapi untuk mengambil "ancang-ancang" untuk lompatan yang lebih hebat.
Ketika tantangan ada di depan, untuk apa kita takut pada hal-hal terburuk yang akan terjadi? Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh kecemasan yang tak pasti.
Masalah itu ada tergantung bagaimana hati kita memandangnya, sebagai prasangka baik atau sebagai prasangka buruk? Jika prasangka buruk yang kita hadirkan, maka masalah tak segan akan menghampiri.
Iya, Mbak.. BETUL..
BETUL!! SETUJUUUUUUUUUUUUUU... :-)
fauziach wrote on Jul 19, '07
Sangat memberi motivasi dan semangat Mbak....! thanks
ti2n wrote on Jul 19, '07
bagus banget renungannya Mbak Sya..!
makassiiiiihhhhh....
luckysaint999 wrote on Jul 19, '07
wooowww what a great poem
ichenzr wrote on Jul 19, '07
yap, jangan pernah berfikir dan berperasaan negatif pada Tuhan, karena Alllah ada dalam setiap perasangkaan hambaNYa
shofadarda wrote on Jul 19, '07
bagus nih...thx yaa
yaniar wrote on Jul 20, '07
Terima kasih sharingnya.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help