Pernah denger nama Prof Jeffrey Lang?. Beliau adalah seorang guru besar matematika dari universitas Kansas, Amerika Serikat. Jeffrey lahir dan besar di sebuah kota yang keras di pantai timur Amerika. Dia tumbuh di sebuah keluarga yang juga keras. Ayahnya yang memiliki hobi menenggak minuman keras. Seringkali bertindak brutal dan destruktif terhadap anggota keluarganya yang lain, terutama kepada ibunya.
Seringkali ibunya menjadi korban sasaran murka ayahnya ketika mabuk. Hampir setiap hari Jeffery Lang kecil selalu melihat pemandangan ibunya yang sedang di siksa oleh sang ayah yang sedang mabuk.
Kekerasan rumah tangga itu membuat trauma Jeffrey Lang dan kepiluannya menyaksikan sang ibu disiksa masih membekas diingatan Jeffrey sampai dia beranjak dewasa. Dalam hatinya dia bertanya mengapa tuhan menciptakan hidup ini penuh dengan kekerasan?
Dia menyangsikan keberadaan tuhan karena yang dia temui dalam hidupna hanyalah kekacauan dan kekerasan. Lama kelamaan kepercayaannya akan tuhan menjadi hilang dan dia menjadi seorang ateis tepat pada saat usianya menginjak angka 16 tahun.
Ketidakpercayaannya pada tuhan terutama dilandasi oleh prasangkanya yang mengatakan bahwa hidup ini terlalu kejam dengan adanya kekerasan di mana-mana, terutama kekerasan yang dialaminya di masa kecilnya. Terlebih dengan pernyataan dalam Al-kitab yang mengatakan bahwa manusia hidup di dunia ini adalah sebagai hukuman atas kesalahan yang di lakukan oleh Adam dan Hawa ketika di syurga dulu.
Benak Jeffrey selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa hakikatnya manusia ini diciptakan ke dunia? Sampai suatu saat ketika dia menanyakan hal itu kepada sahabat-sahabatnya yang muslim, sahabatnya tidak langsung menjawab pertanyaanya, tapi malah memberikan sebuah kitab suci Al-quran dan Jefrrey disuruh mencari jawabannya di sana.
Mulai saat itu Jefrrey tekun membaca Al-quran sambil terus bertanya-tanya tentang makna hidup yang dia cari. Dia sangat tertarik dengan Al-quran karena di dalamnya dia mendapati keterangan bahwa manusia hidup di dunia ini bukan sebagai hukuman atas kesalahan Adam dan Hawa, melainkan diutus untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi.
Dia terus membaca Al-quran sampai-sampai dia merasa bahwa Al-quran itu khusus berbicara kepada dirinya. Berbagai keraguan yang selama ini dia rasakan akan keberadaan Tuhan, semuanya terjawab dalam Al-quran. Dialog ruhani yang menyejukkan terjadi antara dirinya dengan Al-quran. Akhirnya, berbagai gugatan dan kegelisahan akalnya terjawab secara meyakinkan melalui Al-quran. Dan Jeffrey yang dulunya seorang ateis kemudian memutuskan untuk memeluk agama islam dengan penuh kemantapan.
----
hasil mengikat makna dari buku "aku beriman maka aku bertanya" by jeffrey lang