Si A anaknya Ibu X sudah bisa begitu, kok anakku belum ya?. Si B anaknya Ibu Y udah bisa begini, kok anakku belum ya?
Pernah nggak kita sebagai orangtua membanding-bandingkan kemampuan anak kita dengan anak orang lain? terus terang deh, pasti pernah meski hanya sesekali.
Ini nih kebiasaan burukku. Kalau melihat kelemahan anakku aku langsung membanding-bandingkannya dengan anak tetangga. Kebetulan Mirza punya kelemahan anaknya nggak suka dengan gambar menggambar dan tulis menulis. Kemampuannya memegang pensil masih salah dan belum mantap benar. Padahal anak-anak seusia dia kulihat kebanyak suka mewarnai dan sudah benar cara memegang pensilnya.
Pernah suatu kali saking terobsesinya dengan anak tetangga yang sudah pinter mewarnai, aku agak memaksakan Mirza untuk bisa menirunya. Walhasil, apa coba?
malam berikutnya tidur Mirza nggak nyenyak dan semaleman dia mengigau "Bunda, nggak mau bunda..."
Hiks, sedih juga mendengarnya. Aku introspeksi kemudian. aku berkesimpulan. Caraku salah. Jangan pernah membandingkan kemampuan anak. Dan jangan pula memaksakannya untuk memenuhi ambisi orangtuanya. Biarkan dia belajar secara alamiah sesuai dengan fitrahnya.
Seandainya Mirza bisa mengungkapkan kekesalannya mungkin dia bakalan protes begini
"Salah sendiri bunda bekerja, Ibunya si A kan nggak bekerja jadi A bisa diajarin menggambar terus di siang hari sama Ibunya..."
Gubraks!!
Aku mo jawab apa coba??