Tak lengkap rasanya kalo perjuangan tak disertai adanya hambatan. Tak cukup hanya tekad yang dibutuhkan untuk memenangkan perjuangan ini. Kadang ada faktor 'x' yang tiba-tiba datang tak terduga, nyaris menggagalkan semuanya begitu saja.
Aku terbaring lemah tak berdaya, memandangi bayi kecilku yang kini telah berumur lewat 2 minggu dari 5 bulan. Akankah perjuangan ini gagal sampai di sini? . Tidak, aku tak akan menyerah !. Kuambil jaket, selimut, kaos kaki. Benda-benda yang bisa lebih menghangatkanku. Kuambil masker dan kupasang menutup mulutku lalu kususui anakku, bismillah, semoga dia tidak tertular penyakitku.
Aku menderita demam dan flu berat sejak 2 hari yang lalu. Badan menggigil disertai sakit kepala berat. Tak hanya itu, tiba-tiba perut juga ikut melilit-lilit perih. Kalau aku egois, tentu aku lebih memilih tidur dan tidur tanpa menghiraukan anak yang minta disusui. Kalau aku tergoda mungkin aku akan memberikan dia susu formula saja, daripada langsung menyusuinya.
Tapi, aku tak tega. Setelah kegagalanku memberikan asi ekslusive pada anak pertama. Sejak saat itu aku bertekad untuk tidak akan gagal pada anak selanjutnya.
Stok ASI yang selama ini tersimpan rapi di freezer. Makin lama makin berkurang karena jumlah ASI yang diminum anakku makin banyak. Sampai pada jumlah yang menurutku sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, aku harus terus dan terus memerah, tak kenal menyerah demi yang terbaik buat buah hati.
Ya Allah, mudahkanlah perjuanganku... demi anakku..
Ini hanya sebutir kerikil yang menghalang, di tengah-tengah perjalananku menuju ASI ekslusive..