Aku mengenal dia beberapa tahun yang lalu, di salah satu tempat kost di pingiran Bandung, di lingkungan sebuah kampus sekolah telekomunikasi yang MEWAH [Mepet Sawah]. Kala itu, aku sedangan menyelesaikan sarjana, dan dia sedang menyelesaikan diplomanya, kebetulan kami mengambil bidang studi yang sama, Teknik Informatika. Dan ternyata kita berasal dari kota yang sama pula.
Persahabatan yang terjalin lama kelamaan berkembang, berlanjut menjadi sebuah persaudaraan, sampai akhirnya kita berdua mengikrarkan diri untuk menjadi saudara, aku kakaknya dan dia adikku.
Berhadapan dengannya, seringkali membuatku kehabisan kata-kata, bersama dengannya, membuatku merasa sangat kecil. Apa yang saya alami dalam hidup ini, adalah hal remeh temeh yang tidak ada artinya jika dibandingkan dengan yang dia alami. Tak heran jika meski usianya 3 tahun dibawahku, namun kedewasaannya dalam menjalani hidup ini mungkin 3 tahun diatasku. Penderitaannya yang akhir-akhir ini terasa seperti takputus-putus, kena phk dari perusahaaanya, kemudian disaat yang sama Ayahnya yang menjadi andalan pencari nafkah dalam keluarganya dipanggil oleh Sang Pencipta, otomatis dalam usia yang relatif masih muda, 25 tahun, dia sudah harus menggantikan bapakknya sebagai kepala rumah tangga yang harus menghidupi ke-empat orang adikknya. Namun semua itu dia jalani dengan hati yang lapang dan senyum terkembang. Subhanallah...
Dan di hari ini, tepatnya jam 4 sore nanti, dia harus berjuang, menghadapi dosen-dosen penguji sidang tugas akhirnya di salah satu perguruang tinggi swasta di jakarta, dia mengambil program sarjana bidang teknik informatika.
Masih kuingat kemaren malam, sepulang dia dari tempat kerjanya , yang katanya saat itu kerjaannya sedang overload dan lagi dia yang sedang sakit, dia rela jauh-jauh datang ke rumahku di Depok sana. Sambil bergulat melawan sakitnya yang sedang mendera, menikmati kemacetan lalu lintas yang menggila sepanjang jakarta-depok senja itu, ditambah rasa capeknya setelah seharian menangani pekerjaannya yang overload, dia datang ke rumahku untuk 'berkonsultasi' tentang tugas akhirnya. Malam itu, berdua kami habiskan malam untuk mengobrak-abrik source code aplikasi tugas akhirnya, dan 'menangkap' kutu-kutunya serta memberantasnya. Semoga bisa membuatnya lebih percaya diri menghadapi presentasi aplikasinya nanti... God Luck Sis... Semoga Allah selalu menjagamu...!!