Memiliki suami yang Gila kerja, bagiku, kadang-kadang bikin agak jengkel juga, perasaaan.. anak istri jadi kurang perhatian, tapi ini mungkin perasaanku yang lagi sensitif aja ya? atau aku yang kurang pengertian... duh maafkan daku...
Semestinya, diriku tidak boleh memandang hal ini dari satu sudut pandang saja, bukankah dulu aku sudah setuju ketika suamiku dipromosikan, konsekuensinya ya bakal seperti ini ?
Dari sudut pandang lain, banyak manfaat yang diterima dari sifatnya yang SANGAT giat bekerja, prestasinya jadi bagus dan tak bisa dipungkiri kalo itu membawa rejeki lebih untuk keluarga .. (jadi anugrah kan?, Alhamdulilah..)Ya..semua itu bisa kuterima kok, sesibuk-sibuknya suamiku bekerja, kan semua itu untuk keluarga jugaa... [Terimakasih ya Yah..]
Aku mendukungmu kok suamiku, cuma kadang-kadang, ada satu keinginan yang 'menggelitiki hatiku', andaikan suamiku punya waktu sedikit luang, trus bisa 'Ngempi' bareng-bareng denganku, rasanya gimana yah...? (ah...sebuah keinginan yang mustahil terpenuhi, karena tak ada sedetik pun waktu kantormu yang digunakan untuk hal-hal diluar kerjaan, tidak sepertiku yang masih bisa curi-curi waktu kantor untuk ngempi...)