 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | Khaled Hosseini |
Hanya akulah yang kaumiliki di dunia ini, dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi. Tak akan ada yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti !
Kalimat itu yang sering diucapkan oleh ibu Maria ketika Maria bersikeras ingin menemui Jalil, Ayahnya. Maria adalah harami (Anak haram) hasil hubungan antara Jalil dengan mantan pembantunya, Nana. Sejak diketahui Nana mengandung dari hasil hubungannya dengan jalil, Nana diusir dari rumah dan terpaksa tinggal di daerah terpencil. Sejak kecil anaknya Maria selalu mengidolakan jalil sang ayah, meski dia tahu sang ayah hanya datang seminggu sekali untuk menemuinya karena hari-harinya harus dilewatkan bersama 3 istrinya yang lain. Saat hari ulang tahun Maria yang ke-15, Jalil yang ditunggu-tunggu kedatanganya ternyata tak juga menampakkan batang hidungnya. Maria nekad datang menemui Jalil ke rumahnya,Tapi ternyata jalil tak berani menemuinya dan ketika Maria pulang dia menemukan Ibunya (Nana) telah meninggal dunia karena bunuh diri. Sejak itu Maria hidup seorang diri.
Pada bagian kedua novel ini diceritakan tentang kisah hidup seorang gadis bernama Laila. Laila menjadi sebatang kara setelah rumahnya terkena serangan bom oleh uni soviet yang waktu itu sedang berkuasa di Afganistan. Kekasihnya juga pergi meninggalkannya untuk mengungsi ke negara lain.
Bagian Ketiga Novel ini mempertemukan Maria dan Laila dalam rumah yang sama, memiliki suami yang sama Rasheed. Kebengisan suami mereka membuat mereka bersekongkol untuk melarikan diri dari rumah. Namun sayang, usaha itu gagal . Dalam kehampaan dan pudarnya Asa, seribu mentari muncul dihapadapan mereka. Secercah harapan akan masa depan yang lebih gemilang hadir dalam hidupnya.
Bagi yang pernah membaca Novel The Kite Runner (TKR), Pasti tahu bahwa Khaled Hoseini ini pandai merangkai kisah yang mengharu biru. Masih berlatar belakang di Afganistan. Tak kalah dengan TKR, Novel ini pun hadir dengan nuansa yang hampir sama, mampu menyayat-nyayat hati pembacanya. Yang sedang sedih, kusarankan jangan membaca novel ini, ntar tambah sedih loh.. :)
ket cover buku versi terjemahannya sebenernya bukan yg itu.. tapi ada gambar dua orang wanita berjilbab yang sedang berpelukan... blom sempet moto .. 
 | selalu takjub, kok pinter banget ya bikin alur cerita seperti ini..... aku coba-coba bikin novel satu aja kok nggak selesai-selesai.... |
 | aku pernah baca novel Hosseini yang sebelumnya, "Kite Runner". Dahsyat emang... |
 | boleh di coba neh tapi yg kite runner dulu ah .. yg ini keknya sedih bgt :D |
 | Maryam,di novel aslinya,kenapa diterjemahkan jadi Maria ya? Padahal nama yang lain gak diterjemahkan. |
| |
|