 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Mohammad Idris |
Sebuah Novel yang diangkat dari kisah nyata penulisnya , Mohammad Idris. Merupakan novel pertaubatan dari keterlibatannya dalam ajaran sesat.
Setelah lulus dari sebuah pondok pesantren, Idris kembali ke rumahnya di Jakarta dengan niat selanjutnya dia akan melanjutkan kuliahnya. Saat itu dia kenal dengan seorang tetangganya yang bernama Pak Hanafi, dari Pak Hanafi ini dia banyak belajar agama, dia dijanjikan bisa memahami Al-quran dalam waktu seminggu. Namun ternyata dari Pak Hanafi ini lah Idris mulai terlibat kelompok dengan ajaran-ajaran yang menyimpang itu. Kelompok yang katanya menjalankan syariat islam secara kaffah ini berniat mendirikan negara islam. Kelompok ini bernama KR-9 (Kelompok Regional 9).
Singkatnya, kemudian Idris terlibat dan dibaiat sebagai anggota KR-9 tersebut. Dia juga diajari oleh para atasannya bagaimana caranya merekrut anggota-anggota baru. Idris pun mulai melakukan aktifitas rekruitasinya, semakin lama dia semakin tenggelam dalam aliran itu sehingga cita-citanya untuk melanjutkan kuliah menjadi terlupakan. Selanjutnya Idris diterima sebagai pengajar di kompleks para anggota jamaah itu yang bernama Al-Jannah, di sana pula akhirnya dia menikah dengan seorang ustadzah.
Setelah menikah, Idris mulai merasakan gejala-gejala aneh tentang jamaah tersebut. Banyak anggotanya yang telah berhasil termakan dengan doktrin-doktrin KR-9 sehingga mau berkorban apa saja demi al-jannah. Bahkan ada salah satu anggota yang anaknya sampai meninggal dunia karena kekurangan makanan, yang disebabkan seluruh hartanya dia infakkan untuk Al-jannah. Al-Jannah adalah kompleks yang berdiri dengan megahnya, sementara para anggotanya hidup sangat berkekurangaan karena seluruh hartanya diharuskan diinfakkan untuk KR-9 .
Konflik juga terjadi antara Idris dan Istrinya melawan keluarga masing-masing, bahkan mereka menganggap keluarga mereka (yang bukan jamaah al-jannah) adalah orang yang kafir.
Namun ketika Idris dan istrinya dikarunia seorang anak, kesadaran idris mulai muncul . Mulai saat itu dia bertekad untuk keluar dari jamaah tersebut meski dia dicap kafir oleh teman-temannya. Dia harus memulai kehidupan dari nol lagi, karena telah banyak teman-teman bahkan keluarganya yang tidak mempercayainya lagi.
Novel ini diceritakan dengan gaya bahasa yang sederhana dan cenderung datar-datar saja, seperti kurang bumbu. Mungkin akan lebih menarik dan lebih gurih jika M.Idris menggarap novel ini lebih serius dengan menambahka bumbu-bumbu yang menyegarkan di dalamnya.
Namun di luar itu, sang penulis sungguh berani mengungkapkan kisahnya tentang jamaah ini. Meski dengan nama dan tempat yang disamarkan. Lumayan menambha pengetahuan bagi kita tentang aliran sesat ini dan dijadikan pelajaran agar kita tak terjerumus ke dalamnya.
  | hmm... ya.. kayaknya bagus, nih.. ^_^ ma'acih atas review-nya mbakku cayank.. |
 | KR 9? kok mirip KW IX? baru denger ada KR 9... klo sbg novel kurang bumbu, mending dibikin memoar aja ya. kayaknya lebih mudah menulisnya. kurang lebih kayak nulis diary aja. |
 | hehehe NII yah mbak Sya mau denger cerita nyataku mgnai NII ? aku pernah nyusup loh sebulan kapan2 deh aku posting mgani 'keterlibatanku" di NII :D yang pasti sih merinding dan jadi ngeh knp kok adaaaa aj ayang mau masuk situ |
 | Resensinya bagus Sya, jandi pengen belii... TFS :) |
 | Waaaah, bagus tuh. Sejalan dengan progres novel yang mau ku garap mbak ^_^ |
| |
|