
Sedikit mengingat 2 Tahun yang lalu .
“Maaf mbak, management kami tidak mengijinkan seorang ibu hamil tua untuk ikut dalam penerbangan kami...” Begitu suara jawaban dari seorang customer service di salah satu maskapai penerbangan di negeri kita.
Hmmmm.... lagi lagi untuk kesekian kalinya dalam hari itu aku harus menelan kekecewaan ini sendiri. Namun aku tidak menyerah begitu saja, sembari kuelus perutku yang kala itu usia kandunganku sudah 9 bulan , kuangkat lagi telepon dan ku pencet nomor layanan CS penerbangan lain, dan akhirnya kudapatkan sebuah jawaban melegakan
“Iya Boleh mbak, tapi harus dengan surat dari dokter kandungan yang menyatakan bahwa kandungan mbak sehat-sehat saja...”
Leganya hatiku, rencanaku untuk melahirkan di kampung halamanku memang agak mendadak, sebelumnya aku sudah berencana bahkan sudah booking kamar di RS Hermina Depok untuk lahiranku, tapi karena satu dan lain hal aku mengubah rencanaku dan dengan sedikit perundingan yang lumayan alot dengan suamiku akhirnya aku diijinkan untuk melahirkan di Magelang, Kota kelahiranku.
Lewat satu hari dari due date, bayiku ternyata masih betah berada dalam rahimku, belum ada tanda-tanda bahwa dia sudah mau keluar kedunia ini. Oleh sepupuku aku diberikan ramuan jamu yang dioles diperut, entah apa namanya, pokoknya katanya itu bisa menstimulus sang bayi agar bisa cepet keluar. Aku manut saja karena aku belum berpengalaman melahirkan sebelumnya.
Ternyata benar juga, keesokan harinya pagi-pagi sekali sekitar jam 6, setelah aku selesai berjalan-jalan pagi menghirup udara segar sambil menikmati hijaunya sawah di desaku, air ketubanku keluar ,bress...bresss...deras sekali seperti buang air kecil. Saat itu aku masih santai-santai saja karena belum terasa mulasnya. Bahkan aku buat jalan jongkok , air ketuban pun semakin deras keluarnya, namun aku belom terasa mulas sama sekali.
Sekitar jam setengah 2 siang, sepupuku yang baik hati menelponku dan ketika dia tau bahwa air ketubanku sudah banyak keluar dia sedikit ngomel-ngomel kenapa aku tidak bersegera ke rumah sakit dan malah masih santai-santai di rumah. Akhirnya dia menjemputku dan kemudian bersama ibuku aku diantar ke rumah sakit yang bernama RSB Gladiool Magelang. Setelah itu aku sudah mulai mules-mules, dan aku langsung dimasukkan ke ruang bersalin mengingat kondisi air ketubanku yang sudah terus-terusan keluar, aku sudah tak boleh bergerak-gerak lagi. Makin lama mulesnya semakin sering , aku merintih-rintih kesakitan, ternyata sudah pembukaan dua.
Semakin lama mulesnya jadi semakin sering, yang menungguiku di ruangan itu adalah Ibu dan adik laki-lakiku, adik laki-lakiku seringkali panik saat aku merintih-rintih dan mencengkeram tangannya karena menahan rasa sakit. Saat itu suamiku sedang dalam perjalanan dari JKT ke Magelang.
Setelah magrib, aku diinduksi karena pembukaannya berjalan sangat lambat. Duh..ternyata sakit ya di induksi itu... pembukaannya ajdi semakin cepat, tapi karena kondisiku sudah sangat lemas dan air ketuban sudah banyak yang keluar, akhirnya setelah suamiku tiba, dia dan dokter berkonsultasi dan akhirnya memutuskan untuk di sesar saja, padahal asat itu pembukaan sudah sampai 4.
Akhirnya tepat jam 10 malam, bayiku lahir dengan selamat, dengan BB : 3,15 Kg Panjang : 48 cm. Dan kemudian kami beri nama : Muhammad Mirza Ralfie Prasetyo. Tepat lahir pada tanggal 14 Desember 2004.
Seorang bayi mungil lucu yang kehadirannya begitu menyemarakkan keluarga kami, semoga engkau menjadi penyejuk mata bagi kami, dan semoga engkau menjadi anak sholeh dan berbakti pada orangtuamu , Amiinn...
Selamat Milad Anakku sayang.....
Peluk dan Cium Sayang dari Ayah dan Bundamu.