Sya's posts with tag: asix

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag asix
Blog EntryPersembahan Cinta Untuk AnandaAug 4, '08 10:47 PM
for everyone

(Kilas balik perjuangan ASI ekslusive untuk anakku)

“Pastikan pada para perawat bahwa aku akan memberi ASI ekslusif pada anakku, jangan biarkan mereka menambahkan susu formula atau apapun kepada bayiku “ pesanku kepada suami sebelum aku dioperasi cesar kala itu. Saat itu aku hendak melahirkan anak keduaku di sebuah rumah sakit ibu dan anak di bilangan Depok. Volume ketuban yang sudah dibawah normal membuat dokter mengharuskanku melahirkan secara cesar.

    Di ruang operasi, aku sepenuhnya sadar. Obat bius lokal yang memati rasakan bagian bawah tubuhku, ternyata tak mempengaruhi kesadaranku. Selama berjalannya operasi aku bahkan bisa melihat saat tubuh bayi kecilku yang masih bersimbah darah dikeluarkan dari perutku. Aku pun bisa melihat plasenta yang terburai keluar dari perutku. Sambil bercanda ria dengan para medis, dokter kandunganku menjalankan tugasnya dengan seksama. “Dokter..inisiasi dini dokter…” jeritku cerewet mengingatkan sang dokter agar tak lupa melakukan proses inisiasi menyusu dini padaku dan bayiku. “Bentar ya bu, hidung bayi ibu tersumbat sesuatu, kami harus menyedotnya terlebih dahulu” proses Inisiasi menjadi tertunda. Masih di ruang operasi, tapi bergeser dari tempat semula aku dibedah. Tak lama kemudian sang bayi diberikan kepadaku dan diletakkannya di dadaku. Kubiarkan dia berada di dadaku, berusaha mencari-cari sumber kehidupannya, air susu ibu.

    “Nggak bisa begitu dong suster, saya nggak mau dipisahkan dengan bayi saya, terlebih saat-saat dia mau menyusui seperti ini “ Protesku ketus kepada salah satu perawat yang ingin mengambil bayiku saat hendak kususui di ruang perawatan. “Ibu, ini saatnya bayi dimandikan, dan setelah itu ada kunjungan dokter anak, jadi bayi ibu harus ada di ruang bayi untuk diobservasi..” jawab sang suster. “Nggak bisa begitu dong sus, saya dulu mau melahirkan di rumah sakit ini karena dibilangnya di sini bisa rooming in (bayi sekamar dengan ibu), dan saya mengambil kelas utama di sini karena alas an itu, tapi kenapa kini bayi ini hendak dipisahkan denganku?” Aku berkata sambil nyaris menitikkan air mata. Saat itu suamiku sedang tak ada di sisiku, seandainya dia ada di sisiku saat itu pasti dia akan dengan berang menentang sang suster. Aku hanya bisa pasrah menatap sang suster membawa bayiku ke ruang bayi. Sedih dan kecewa dengan rumah sakit itu yang tak menepati janjinya.

    Tak mau berlalu dalam kesedihan, aku segera memerah air susuku dan kemudian kutampung dalam botol. Saat itu hari keduaku setelah melahirkan. Kuberikan susu yang sudah kuperah kepada perawat di ruang bayi. Sambil masih menahan gondok di hati, aku curiga bayiku sudah diberi susu formula di ruang bayi “Suster, tadi ngasih susu formula ke bayiku ya?” tanyaku berang, nyaris membentaknya. Sang suster kaget “eh..eh tidak kok bu, kan suami ibu sudah berpesan bahwa bayi ibu akan diberi asi ekslusif..” . “Awas ya kalau dikasih susu formula, saya nggak akan melahirkan di sini lagi..! “

    Terus terang aku kecewa dengan janji rumah sakit itu. Janjinya bisa rooming in, nyatanya meski aku sudah mengambil kelas utama, bayiku tetap saja dipisah denganku. Makanya aku ingin segera keluar dari sana secepatnya. Beruntung proses pemulihan pasca operasi cesarku terbilang cepat. Di hari kedua aku sudah mampu berjalan normal seperti biasa padahal pasien di kamar sebelah sampai hari ke lima pun dia belum mampu berjalan dengan normal, masih dibantu dengan kursi roda.

Setelah aku kembali ke rumah dengan bayiku, aku lebih lega, bayiku bisa setiap saat berada di dekatku dan bisa sepuasnya menikmati air susu ibunya. Kukibarkan bendera perjuangan, berjuang demi ASI ekslusive anakku.

“    Jasmine belum dikasih makan nih? Kelihatannya dia sudah mau makan tuh, tuh lihat dia suka memasukkan barang-barang ke mulutnya..” kata Ibu mertuaku di saat anakku masih berusia 3 bulan. Aku hanya tersenyum sembari menjawab “Tidak bu, Jasmine baru boleh makan setelah usianya enam bulan, sekarang ini hanya ASI saja yang boleh diminumnya”. Ilmu tentang ASI ekslusive ternyata belum sampai padanya, maklumlah orang tua jaman dahulu, suka memberi makan bayinya bahkan diusainya yang baru sebulan. Tak hendak memperlebar beda pendapat, aku hanya tersenyum setiap kali disindir bahwa Jasmineku sudah ingin makan karena hobinya memasukkan barang ke mulutnya.

    “ASI Ekslusive buat ibu yang bekerja? Ah mana bisa? Itu kan hanya teori prakteknya tetap saja susah ..” komentar seseorang sinis memandang ibu bekerja yang bertekad memberikan ASI ekslusive pada anaknya. Aku hanya tersenyum, oh belum tahu dia, aku akan membuktikannya.


    Tiba saatnya aku kembali bekerja. Setiap hari aku harus membawa perlengkapan perang ASI ekslusive yang terdiri dari cooler box, blue ice dan botol-botolnya. Agak ribet memang, tapi untung aku bisa memerah ASI secara manual dengan tangan, sehingga tidak ribet harus membawa pompa ASI lagi. Beruntung di kantor ada kulkas direksi yang jarang dipakai, sehingga aku bisa menitipkan ASI perah di sana selama jam kerja. Meski tidak ada ruangan khusus untuk ibu yang memerah ASI di kantor, aku masih bisa memakai ruang rapat saat tidak ada yang menggunakannya, di ruang workshop atau di toilet. Lucunya, meski kadang ruang rapat kosong, tapi aku lebih merasa nyaman memerah ASI di toilet karena kalau di ruang rapat atau workshop sering ada teman-teman kantor yang menggedor-gedor iseng menggoda. “Sudah selesai belum perah memerahnya, perlu bantuan nggak? “ Begitu biasanya teman kantor yang laki-laki sering menggoda. Risih juga, makanya aku lebih memilih menyendiri di toilet, toh toiletnya bersih.

    Tak lengkap rasanya jika perjuangan tak dilengkapi adanya hambatan. Saat bayiku berumur 5 bulan, aku sakit demam selama beberapa hari. Stok ASI yang tersedia di rumah sudah menipis. Saat itu aku benar-benar was-was, khawatir perjuangan ASI ekslusive ini akan gagal. Meski badan meradang dan meriang, aku tetap berusaha memerah dan terus memerah ASI. Aku tak mau perjuangan ini gagal ditengah jalan.Tak hanya butuh tekad yang kuat untuk ini, aku harus mampu menerjang semua hambatan. Ini sebagai salah satu bukti cintaku pada anakku Jasmine.

    Dan terbukti, setelah melalui beberapa ujian dan hambatan. Antara lain tekad , ketelatenan, kesabaran dan keakuratan strategi dalam memanaje ASI . Alhamdulilah, Jasmineku lulus ASI esklusive . Puji Syukur kupanjatkan padamu Ya Allah. Akhirnya aku mampu juga. Aku yakin, tak hanya sampai di sini perjuanganku. Masih banyak perjuangan lain yang harus kuhadapi di depan dalam mendidik dan membesarkan anak-anakku. Semoga Allah senantiasa membimbing kami dan anak-anak kami menuju ke jalanNya, jalan yang lurus yang telah dilalui hamba-hambaNya yang terdahulu.


Blog Entry[ASIX]Menjelang KelulusanJul 31, '08 11:23 PM
for everyone

Bukannya hendak mendahului takdir, hanya karena besok libur jadi diposting sekarang. Ingin berbagi sedikit kegembiraan. 2 Februari 2008 Jasmineku terlahir ke dunia. Itu artinya, besok genap sudah usianya menjadi 6 bulan. Dan sampai saat ini hanya ASI dan ASI saja yang dia konsumsi, itu artinya Jasmineku lulus ASi ekslusive.. Insya Allah.

Tanggal 2 kan baru besok, kenapa yakin bakalan lulus? Yah kan di atas dibilang insya Allah.. :) . Stok ASIP di kulkas masih adalah barangkali 1 liter lebih.  Kalaupun misalnya hari ini daku tidak berhasil memerah lagi karena ada halangan tertentu. Stok di freezer kan masih digunakan sampai besok, dan insya allah terlewatilah masa 6 bulan ASIXnya.

Bersyukur banget, akhirnya bisa juga aku memberi ASIX buat my baby. (Nanti cerita kilas baliknya diposting hari senin deh..)

btw, back ke kerja dulu, ada request kerjaan dari semarang..

bye..semangat ya para BUSUI... , ayo kita bisa, hidup ASIX !


Blog EntrySebutir Kerikil Di Perjalanan Menuju ASIXkuJul 23, '08 11:18 PM
for everyone
Tak lengkap rasanya kalo perjuangan tak disertai adanya hambatan. Tak cukup hanya tekad yang dibutuhkan untuk memenangkan perjuangan ini.  Kadang ada faktor 'x' yang tiba-tiba datang tak terduga, nyaris menggagalkan semuanya begitu saja.

    Aku terbaring lemah tak berdaya, memandangi bayi kecilku yang kini telah berumur lewat 2 minggu dari 5 bulan. Akankah perjuangan ini gagal sampai di sini? . Tidak, aku tak akan menyerah !.  Kuambil jaket, selimut, kaos kaki. Benda-benda yang bisa lebih menghangatkanku. Kuambil masker dan kupasang menutup mulutku lalu kususui anakku, bismillah, semoga dia tidak tertular penyakitku.

    Aku menderita demam dan flu berat sejak 2 hari yang lalu. Badan menggigil disertai sakit kepala berat. Tak hanya itu, tiba-tiba perut juga ikut melilit-lilit perih. Kalau aku egois, tentu aku lebih memilih tidur dan tidur tanpa menghiraukan anak yang minta disusui. Kalau aku tergoda mungkin aku akan memberikan dia susu formula saja, daripada langsung menyusuinya.

    Tapi, aku tak tega. Setelah kegagalanku memberikan asi ekslusive pada anak pertama. Sejak saat itu aku bertekad untuk tidak akan gagal pada anak selanjutnya.

    Stok ASI yang selama ini tersimpan rapi di freezer. Makin lama makin berkurang karena jumlah ASI yang diminum anakku makin banyak. Sampai pada jumlah yang menurutku sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, aku harus terus dan terus memerah, tak kenal menyerah demi yang terbaik buat buah hati.

Ya Allah, mudahkanlah perjuanganku... demi anakku..
Ini hanya sebutir kerikil yang menghalang, di tengah-tengah perjalananku menuju ASI ekslusive..


Blog Entry[ASIX ] Perasanku pagi iniJun 6, '08 12:08 AM
for everyone

Pagi ini, baru sekali peras aku dapet segitu.. Itu botol kapasitasnya 150 ml.
Ternyata, pepaya muda bikin ASI jadi banyak dan lancar.
Rekor yang kemarin terulang lagi nih.
Moga-moga makin sering yah . Harus makin sering makan pepaya muda nih.. !

Ayo ibu-ibu semangat ya!
Akhir-akhir ini kok banyak yang nanya2 ke diriku mengenai ASIX ya, padahal aku bukan ahlinya..aku juga lagi berjuang kok... tapi aku sih seneng aja kalo ditanya.
hidup ASIX !!


Blog Entry[ASIX] Rekor, sekali meras dapet 210 mlJun 3, '08 11:55 PM
for everyone
Pagi ini aku senang sekali. Pemerasan ASI berjalan dengan lancar. Dan sekali peras kali ini aku berhasil mengumpulkan 210 ml ASI segar. yuhuuu.... ternyata bisa juga dapat segini dengan pemerasan manual (marmet) alias pake tangan, tanpa bantuan pompa .

Dulu sempat terkagum-kagum mendengar cerita mba QQ yang katanya ada temennya yang meras pake tangan sekali meras dapet 200 ml. Bener-bener melongo aku mendengarnya. Baru percaya ternyata aku juga bisa setelah membuktikannya. Pagi ini aku yang biasanya cuma dapat 100-160 ml per sekali peras hari ini melonjak jadi 210 ml. Alhamdulilah .
Allah memang maha Adil.


Intinya memang harus rileks saat meras. Moga-moga kedepannya makin banyak hasil perasanku. AMiin..

Blog Entry[ASIX] Ngerasain Manfaat StokMay 21, '08 5:41 AM
for everyone
Gara-gara sepanjang hari ini ada training (sama besok juga), maka aku cuma bisa meras ASI di saat break aja. Walhasil aku cuma dapet 2 botol lebih dikit alias gak ada 300 ml. Padahal kebutuhan ASI nya Jasmine sesiang hari biasanya berkisar sekitar 400 ml. Uh..jangan defisit dong...plis..plis.

Berarti ntar malem daku harus menyempatkan diri untuk pumping2 juga spy nggak defisit nih. Biasanya ASIku pasti pas ! its mean berapa banyak yg Jasmine minum, segitu banyak pula yang berhasil kuperas di kantor.

Untung di rumah masih ada stok. Masih ada sekitar 2,5 liter ASIP di freezer. Tapi jangan ngurangin stok terus dong ah, ntar kalo ada apa-apa lagi gimana. Defisit ASI ? tidaaak...

Cayooo..aku akan terus berjuang demi tegaknya ASIX di muka bumi ini..halah...






















Blog Entry[ASIX] gini loh cara meres ASI yg bener..May 16, '08 3:28 AM
for everyone

sumber : http://www.lactationinstitute.org/MANUALEX.html

EXPRESSING THE MILK

Draining the Milk Reservoirs

 

 

  1. POSITION the thumb and first two fingers about 1" to 1 1/2" behind the nipple.

 

* Use this measurement, which is not necessarily the outer edge of the areola, as a guide. The areola varies in size from one woman to another.

* Place the thumb above the nipple and the fingers below, in a 12 o'clock and …….. 6 o'clock position, as shown.

* Note that the fingers are positioned so that the milk reservoirs lie beneath them.

bullet

* Avoid cupping the breast. The fingers should NOT be in a …….. 12 o'clock and 4 o'clock position.

 

 

 

…………………………………………

Push

Roll

Finish Roll

2. PUSH straight into the chest wall.

Avoid spreading the fingers apart.

For large breasts, first lift and then push into the chest wall.

3. ROLL thumb and fingers forward as if making thumb and fingerprints at the same time.

The rolling motion of the thumb and fingers compresses and empties the milk reservoirs without hurting sensitive breast tissue

Note the moving position of the thumbnail and fingernails shown in red in illustration. The arrows on the show the direction of the pressure the fingers apply. See that the fingers under the breast start with the pressure on the back most finger in the 'Push' and moves to the front most finger in the 'Roll'.

 

 

4. REPEAT RYTHMICALLY to drain the reservoirs.

Position, push, roll; position, push, roll.

 

5. ROTATE the thumb and finger position to milk the other reservoirs. Use both hands on each breast. The fingers will move from the 12 and 6 o'clock positions, to 11 and 5 o'clock, 2 and 8 o'clock, 3 and 9 o'clock. These pictures show hand positions on the right breast.

Right Hand …….. Left Hand

 

 

AVOID THESE MOTIONS

 …………………… …………….

Squeeze

Pulling

Slide

Avoid squeezing the breast. This can cause bruising Avoid pulling out the nipple and breast. This can cause tissue damage Avoid sliding on the breast. This can cause skin burns.

  

 

ASSISTING THE MILK EJECTION REFLEX

This will help with relaxation and will help stimulate the milk ejection reflex.

 

……………………………

MASSAGE

STROKE

SHAKE

 1. MASSAGE the milk producing cells and ducts.

Start at the top of the breast. Press firmly into the chest wall. Move fingers in a circular motion on one spot on the skin.

 2. STROKE the breast area from the top of the breast to the nipple with a light tickle-like stroke  3. SHAKE the breast while leaning forward so that gravity will help the milk eject.

.

PROCEDURE

This procedure should be followed by mothers who are expressing in place of a full feeding and those who need to establish, increase, or maintain their milk supply when the baby cannot breastfeed.

* Express each breast until the flow of milk slows down.

* Assist the milk ejection reflex (massage, stroke, shake) on both breasts. This can be done simultaneously.

* Repeat the whole process of expressing each breast and assisting the milk ejection reflex once or twice more. The flow of milk usually slows down sooner the second and third time as the reservoirs are drained.

 

TIMING

 The ENTIRE PROCEDURE should take approximately 20-30 minutes.

* Express each breast 5-7 minutes.

* Massage, stroke, shake.

* Express each breast 3-5 minutes.

* Massage, stroke, shake.

* Express each breasts 2-3 minutes.

Note: If the milk supply is established, use the times given only as a guide. Watch the flow of milk and change breasts when the flow gets small.

Note: If little of no milk is present yet, follow these suggested times closely.

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help