Buah keisenganku nih, mohon diberi masukan yaa... , JUDULNYA : Kawat Gigi Si Gendang
Kawat gigi!. Itulah benda yang akhir-akhir ini selalu dipikirkannya, dia telah berhasil dibikin pusing sebelas keliling karena memikirkan sebuah benda bernama kawat gigi itu ! betapa tidak ? Dia, Gendang Suteja, seorang penyanyi dangdut kampung dari Pasar Minggu, baru saja ditolak oleh juri sebuah acara pencari bintang dangdut idola, hanya karena giginya yang maju beberapa centi ke depan alias tonggos ! . “ Pasang kawat gigi aja Dang, mungkin gigi lu bisa lebih kedalem, ngga tonggos lagi…” saran beberapa sohib baik Gendang. “ Iya Dang, lagian sekarang lagi nge-trend tuh, pake kawat gigi, liat aja banyak artis yang sekarang gaya make ntuh kawat gigi…!” Sahut yang lain turut mengompori Gendang Suteja. Gendang manggut-manggut setuju sambil terus berkhayal dirinya menjadi penyanyi tenar.
“ Ya, Gue udah mantap, gue akan pergi ke dokter gigi untuk menjalankan rencana gue ini…. setelah ini dunia gue pasti bakalan berubah “ Begitu tekad bulatnya yang ada di hati setelah sekian lama hatinya bergejolak bimbang untuk menentukan sebuah rencana, rencana besar yang menurutnya dapat merubah jalan hidupnya, menjadi seorang penyanyi dangdut yang terkenal setenar Roma Irama, itulah obsesinya yang kian hari kian membuncah dalam dadanya, sudah tak dapat dibendung oleh apapun jua, tak terkecuali larangan Nyak nya yang selalu mewanti-wanti supaya dia seriusi saja kuliahnya dan tidak usah bermimpi menjadi seorang penyanyi terkenal. Hanya satu hambatan ini yang harus segera diatasi, gigi tonggosnya , satu hal itu rasanya harus segera diperbaiki sehingga jalan menuju ketenaran akan menjadi semakin mulus, semulus jalan tol Cipularang yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
“ Gue yakin, sebenarnya gue berbakat jadi penyanyi dangdut terkenal …” sesumbarnya kepada teman-teman di kampusnya.
“ Mana ada penyanyi terkenal yang giginya tonggos seperti gigi lu itu Dang, hahaha… paling banter juga bakalan jadi pelawak lu, hahahaha...” Ledek teman-temannya membalas sesumbarnya.
“Kurang ajar lu…lu udah pernah ngerasain kelilipan sandal belon lu….. “ Teriak Gendang penuh amarah.
Kalau sudah begitu hatinya akan menciut dan benar-benar menyempit, sesempit jalan gang menuju rumahnya di perkampungan pinggiran pasar minggu. Dia sadar tak ada yang bisa disalahkan atas gigi tonggosnya, memang sudah sejak lahir begitu, dia pun tak percaya akan mitos yang mengatakan bahwa dia lahir tonggos karena sewaktu Nyak nya hamil dulu, Babenya punya kebiasaan memonyong-monyongkan mulutnya saat sedang ngobrol dengan ayam-ayam jago peliharaannya. Dia capek memikirkan rencana besarnya itu, capek mengkhayalkan dirinya menjadi seorang penyanyi dangdut terkenal, hingga akhirnya dia tertidur pulas, diatas bale-bale di belakang rumahnya, ditemani suara riuh petok-petok ayam kampong yang ada di kandang ayam babenya. Dan dia pun membawa khayalannya itu menuju ke alam mimpinya.
“Sodara-sodara sekalian, marilah kita sambut penyanyi dangdut pendatang baru , Gendang Santika…!”.
“ Prok prok prok …..” gemuruh suara tepuk tangan ribuan penonton yang memenuhi lapangan sepak bola yang dijadikan sebagai tempat konser dangdut penyanyi terkenal ibukota. Kemudian sesosok laki-laki perlente berumuran 25 tahun keluar dari balik layar panggung, tubuh atletisnya dibalut pakaian dari kulit, celana panjangnya berumbai-rumbai dibagian pinggirnya, rambutnya klimis bagaikan penyanyi top elvis presley, dan yang pasti dia bukan seorang yang bergigi Tonggos…! , giginya telah rapi, serapi pakaiannya, dialah seorang Gendang Santika yang nama aslinya adalah Gendang Suteja, penyanyi pendatang baru yang sedang melejit bak roket berkekuatan tinggi menuju puncak suksesnya.
“Cukup seekali..aku merasaaaa…kegagalan cinta…. Takkkan terulang kedua kali….di dalam hidupku…… “ Suara Gendang Santika menggemuruh memenuhi seluruh lapangan. Penonton pun bersorak sorai sambil berjoget-joget diiringi orkestra dangdut ternama di ibukota.
“ Terimakasih…terimakasih…. “ Ucap gendang ketika menerima applaus meriah dari para penonton. Namun ketika Gendang akan memulai menyanyikan lagu yang ke-dua, tiba-tiba terdengar suara kericuhan di bawah panggung bagian depan, beberapa orang penonton yang sedang mabuk berat sedang mengamuk ! mereka melempar apa saja yang ada di depan mereka keatas panggung, bungkus rokok, botol-botol minuman mineral, bahkan apa itu…? Sebuah benda keras lonjong sedang melayang menuju ke arah Gendang…. Ooo la..la… rupanya itu botol minuman keras…. “SSSeerrr jedaagggggg….! “ tiba-tiba botol itu jatuh meninmpa jidat Gendang, penonton bersorak sorai, riuh dan kacau……
“ Hoi…. Molor aje lu kerjaannye… bangun Dang !!… bantuin babe lu ngasih makan ayam-ayam ini nih…. “ Tiba-tiba suara cemprang Nyak Gendang membangunkannya dari mimpi indahnya , ditangannya masih ada sebotol minuman mineral yang digunakan untuk mengetok jidat Gendang tadi, ternyata suara riuh tadi berasal dari suara ayam-ayam kampung yang dilepas Nyaknya karena mau diberi makan siang…..
“ Astaga…. Bujubuneee…. Ternyata gue abis ngimpi tadi……….., kirain udeh jadi penyanyi dangdut terkenal……” Teriak Gendang sambil garuk-garuk kepalanya yang ngga gatal sama sekali.
“Ugh…. Buset dah… mahal amat yak…..? “ Tanya Gendang sambil matanya melotot saking herannya, mendengar cerita Bang Fikri, anak pak RT dikampungya tentang jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk memasang kawat gigi. “Ya emang segitu Dang.. itu kan bahannya import semua.. jadi yang emang mahal..! kalo elu mau yang murah pasang aje pake kawat jemuran Nyak lu itu, dijamin ngga bakalan berat diongkos…” Celetuk Bang Fikri meledek . “Huuuuuuuuuuuuuu…..” Lidah Gendang menjulur keluar, Pikiran Gendang berkecamuk hebat, lebih hebat dari hebatnya perang dunia kedua..gilee bener…! Bagaimana mungkin Gue bisa dapetin doku sebanyak getohh?… delapan jutaa? jumlah yang sungguh luaarrrr biassssaaa….. bagi Gendang dan Nyak Babenya yang hanya tukang maen lenong keliling itu. Otak Gendang masih trus berputar, tujuh keliling, delapan keliling, sembilan keliling … bayangan menjadi penyanyi dangdut tenar, digemari banyak penonton, dielu-elukan oleh para gadis ABG, semua bayangan itu masih menari-nari samba dipelupuk matanya, sampe matanya terasa sangat pedas, sepedas sambal terasi bikinan Nyaknya. Lalu bagaimana caranya bias ngedapetin duit segitu ? Menjual seluruh ayam kampong Babenya…? Idihhh..itu sama aja dengan ide gila… Babe bakalan marah nggak tanggung-tanggung kalau sampe ketahuan ayam - ayam kampong kesayangannya itu dijual, Pinjem duit ke temen-temennya ? huh..mana ada yang mau ngasih pinjeman segitu banyak. Gendang bingung….pusing sebelas keliling !!
“ Assalamualaikum Warah matullah wa barokatuh, sodara-sodara jamaah sholat jumat, kali ini saya ingin mengumumkan jumlah infaq yang didapat dari kotak amal masjid selama bulan ini besarnya adalah sebesaar delapan juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah, dana itu sampai sekarang belum digunakan sepeser pun, kami atas nama panitia DKM massjid mengucapkan terimakasih kepada para jamaah , semoga amalannya diterima oleh Allah SWT….” Suara Ustad Mansyur setelah sholat jumat mengumumkan dana masjid yang terkumpul saat itu.
“ Delapan juta lebih….? “ batin Gendang manggut-manggut sambil memikirkan sebuah rencana. Pikirannya benar-benar sudah buntu, sementara keinginannya untuk menjadi penyanyi tenar tanpa gigi tonggos sudah benar-benar tidak terbendung lagi, dia kalap, sehinga rencana untuk mengambil kotak amal masjid itu akan dia laksanakan nanti setelah sholat ashar…
Sore itu, jamaah sholat ashar satu-persatu pergi meninggalkan masjid, Gendang berjalan mengendap-ngendap akan melaksanakan rencananya itu, dia bersembunyi di sebuah ruangan di Masjid Agung, di ruangan itu terdapat banyak buku-buku agama tersusun rapi dalam rak-rak buku, rupanya ini perpustakaan masjid. Kotak amal masjid yang terkunci itu telah berada dalam genggamannya, berat sekali..pasti isinya lebih dari sembilan juta…… Gendang tersenyum membayangkan sebentar lagi dia akan memasang kawat gigi… dan god byee gigi tonggos…. Welcome Gendang Santika sang penyanyi tenar itu…!, Namun ketika Gendang berjingkat-jingkat akan membawa kabur kotak amal itu, tiba-tiba terdengar suara Ustad Mansyur sedang memberi Tausyiah pada sekelompok anak muda di beranda masjid. Gendang kembali bersembunyi di perpustkaan masjid, sambil mencuri dengar pembicaraan ustad itu. Sekelompok pemuda dengan baju kok putih bersih dan rapi, duduk melingkar membentuk majlis kecil, ditengahnya Ustad Mansyur duduk sambil memegang sebuah Al-Quran. “ Jadi apa hukumannya bagi seorang pencuri Ustad? “ kata salah seorang pemuda yang duduk melingkar itu.
“ Dalam islam, hukuman bagi seorang pencuri adalah dipotong tangannya…. “ Ustad menjawab. Gendang masih terus mendengarkan tausyiah-tasuyiah Ustad itu sampai tak sadar ketika ada sesorang memergokinya sedang bersembunyi sambil menjinjing kotak amal masjid.
“ Ada maliiingg………………” teriak pemuda itu, Gendang gelapan dibuatnya, seketika sekelompok orang-orang kampung datang menyerbunya, badan mereka besar-besar menyeret Gendang begitu saja, salah seorang diantaranya melemparkan sebuah bogem mentah ke muka Gendang “ Daaag…. “ , keras sekali… Gendang jatuh tersungkur… seorang yang lebih tinggi dan besar badannya melayangkan tendangan maut ke perut gendang……
“ Desss……” Gendang terjatuh lagi, kali ini disertai muntah darah merah keluar dari perutnya, orang-orang makin banyak berkumpul disitu, semuanya melempar ludah kearahnya, menendang, menghantam dan menginjak-injak tubuh Gendang Gendang benar lemas, nyawanya hampir melayang, ketika Ustad Mansyur datang menghampirinya, tapi ternyata Ustad datang bukan untuk menolongnya, ditangannya tergenggam sebuah golok panjang, yang mata goloknya berkilauan jika terkena sinar, tajam sekali !!, Ustad Mansyur semakin mendekatinya dan kemudian ” Clesss………….” Golok itu ditebaskannya kearah tangan kanannya, dan lengan kanannya putus seketika itu juga, arah segar mengucur deras dari lengan yang putus itu, masih belum selesai ternyata, sekali lagi “ Clessss…………..” darah merah segar keluar dari tangan kirinya, tangan kirinya juga ditebas oleh golok itu……..
”Haaaa………………… Ampuun…. Ampun…., saya tobat, saya tobat…! “ Gendang menjerit keras sekali kesakitan.
“Hoi… dasar bocah sableng, tiduur mulu kerjaannya.. Ayok Bantu Babe ngasih makan ayam sono !!!…… “ Teriak Nyak sambil menarik-narik kedua tangan Gendang yang sedang meringis-ringis kesakitan sambil berujar “ Alhamdulilah, hanya mimpi, goodbye deh kawat gigi…, biarin gigi gue tonggos !, asalkan gue masih punya kedua tangan berharga ini…”