Sya's posts with tag: fastwriting

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag fastwriting
Blog Entry[curhat] Pagi Ini Aku Menangis LagiApr 16, '07 10:37 PM
for everyone
    Hhhh...tarik nafas dalam-dalam, tahan,tahan,tahan, lepaskan pelan-pelan. Ulangi sekali lagi. Begitu caraku pagi ini untuk sedikit melepaskan beban kesedihan yang kualami.

    Pagi ini, aku berencana berangkat naik KRL jam 6.35 . Ketika aku sudah bersiap berangkat, Mirza mengangis sambil berkata "Bunda ngga boleh kerjaa..." , akhirnya aku tunda keberangkatanku. Berangkat yang jam 7.12 saja. Kusediakan waktu untuk bermain-main dengan Mirzaku. Ketika aku hendak berangkat lagi dan berpamitan dengannya, kembali Mirza menangis. Kali ini kuajak dia keluar rumah, sambil bermain-main dengan temannya. Sejenak dia lupa. Tapi begitu aku pamit lagi ke dia kalau bundanya ini mau berangkat kerja, sekali lagi dia menangis. Aku pun menunda keberangkatanku. Ah, naik yang jam 7.46 saja.

    Kebetulan hari ini Ayah Mirza ada meeting di kantor Simatupang, jadi aku bisa diantar sampai di stasiun Depok lama. Waktu sudah menunjukkan pukul 7.15, kami harus bersiap berangkat. Kembali aku berpamitan dengan Mirza sembari naik mobil mengelilingi blok satu putaran. Ketika aku mencium dan menyalaminya, kembali dia menangis..kali ini tangisannya lebih keras dan lebih dahsyat. Aku yang selama ini mampu menampakkan wajah ceria di saat-saat seperti ini, kali ini tak mampu membendung air mata. Setitik demi setitik air mataku menetes namun aku segera menghapusnya. Aku tak mau Mirza melihatku menangis.

    Kumasukkan Mirza ke rumah. Kuputar CD Dora kesukaannya dan aku keluar, berangkat kerja. Maafkan Bunda sayang.

    Di dalam mobil, tak mampu menahan bendungan air mata. Aku menangis, terisak, sesenggukan dan lama kelamaan semakin keras. Suamiku yang sedang nyetir memandangku sedih. Dia hanya mampu mengelus jilbabku seraya menghiburku "Sabar bunda... ngga usah sedih, biarkan Mirza belajar mandiri.."

    Sepanjang perjalanan dari rumah sampai stasiun, aku hanya mampu menangis dan menangis. Kubayangkan Mirza di rumah yang sedang menangis mencariku. Dan aku bergetar hebat... pagi ini, kembali aku menangis lagi...

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help