Sya's posts with tag: humor

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag humor
Blog Entry[Humor Kehidupan ] Insiden Resleting Rusak *May 15, '07 1:58 AM
for everyone


    Pagi itu aku berangkat pagi-pagi sekali. Sarapan dan bekal makan yang telah dibungkus oleh istriku lupa kubawa serta. Jam setengah sepuluh ada janji meeting dengan vendorku, aku  tak mau telat di pertemuan penting itu. Jam delapan kurang aku sudah sampai di kantor, beruntung KRL pagi ini bisa datang tepat waktu sehingga aku tidak terlambat sampai di kantor.

 

Sesampai di kantor seperti biasa aku melakukan “ritual” pagi hariku. Aku langsung menuju ke toilet untuk bersih-bersih muka dan merapikan rambutku dengan minyak rambut. Kenapa aku tidak melakukan ini di rumah? Karena selain tidak sempat karena terburu-buru juga karena alasan aneh bin lucu yaitu kebiasaan istriku yang tidak menyukai aroma minyak rambutku sehingga terpaksa aku memakainya ketika di kantor saja. Pernah kami hampir bertengkar hanya karena masalah sepele ini.  ”Masak ngga mau lihat suaminya tampil rapi sih?” protesku pada istriku kala itu. “Ya bukan begitu, tapi itu lho aku ngga suka aroma minyak rambutmu itu..” jawab istriku ngotot. “Lha trus pakai apa dong , apa pakai minyak kelapa ?” balasku tak mau kalah ngototnya . “Minyak telon !” jawab istriku bersungut-sungut tambah jengkel. Istri yang aneh, batinku. Akhirnya aku mengalah, hanya memakai minyak rambut itu saat di kantor saja.

 

Selesai merapikan tampilan, rasa percaya diriku agak bertambah. Aku siap menghadiri meeting dengan para vendorku. Kebetulan meeting ini aku yang mengundang mereka untuk membahas tentang salah satu project yang sedang kami kerjakan. Setelah beberapa saat meeting dimulai tiba-tiba HIVku kambuh. Bahaya dong kalau penyakit yang satu ini tidak segera ditanggulangi. Meski tidak sampai menyebabkan kematian, Karena HIV yang kumaksud di sini bukan HIV AIDS melainkan HIV = hasrat ingin vivis. .Aku paling tidak suka menahan-nahan buang air kecil.

 

Aku minta maaf  kepada peserta meeting untuk meminta waktu keluar sebentar. Aku segera meluncur ke toilet untuk  menyalurkan hasrat ingin pipisku tadi. Lega rasanya ketika sudah tersalurkan.

 

Ketika aku hendak menarik resleting celanaku ke atas, tiba-tiba resleting itu menyangkut di kain celana. Kucoba menurunkannya kembali perlahan-lahan tapi seret. Ada sedikit rasa panic menggerayangiku, tapi kucoba untuk tetap kalem. Perlahan kucoba lagi menarik resleting itu ke bawah. Lagi-lagi resleting itu tak mau bergerak.   Setelah beberapa menit aku berusaha menarik resleting itu ada temanku yang masuk ke toilet. “Woi.. ngapain boss lama amat di toilet.” . “Jangan mikir yang ngga-ngga dong, ini lho resletingku macet..” Jawabku sedikit kawatir.

 

Hampir sepuluh menit lamanya aku mencoba resleting itu tapi tetap saja tak mau bergerak. Akhirnya aku menyerah. Kukeluarkan kemejaku sehingga menutup bagian resleting celanaku. Aku berjalan pelan-pelan keluar toilet sambil memegang kemejaku agar tidak tetap menutup bagian resleting itu. Kuceritakan kejadian itu kepada teman-temanku di kantor. Mereka malah menertawakanku.  “Gue lagi meeting nih.. gimana dong|?” aku mencoba meminta solusi pada teman-temanku. “Udah sini gue pinjemin celana gue dulu nih..” jawab salah seorang temanku. “Enak aja, celana loe kan kecil, mana muat buat gue…”.

 

Tak ada solusi dari teman-temanku. Akhirnya aku berinisiatif sendiri untuk pergi ke Sarinah, kebetulan kantorku dekat dengan pusat perbelanjaan itu. Siapa tahu  sudah buka toko pakaiannya. Akhirnya aku pergi ke sana berniat membeli celana panjang baru untuk menggantikan yang kupakai sekarang itu. Untung ternyata counter baju executive 99 sudah buka. Tanpa ba bi bu lagi aku langsung memilih salah satu celana dan membelinya. Aku langsung memakainya saat itu juga, dan kembali ke kantor dalam waktu kurang lebih sepuluh menit . Aku kembali ke ruang rapat.

 

Setiba di ruang rapat, sudah  banyak yang menungguku. “Maaf  bapak-bapak ibu-ibu, saya sedang ada urusan urgent tadi..mari kita lanjutkan rapat ini kembali..”  dengan rasa percaya diri kembali aku memimpin rapat itu. Lega rasanya aku terbebas dari kejadian tak mengenakkan itu. Namun ketika rapat berjalan setengah, aku merasakan sesuatu yang tidak enak dengan celanaku.  Bagian paha terasa sangat sempit dan ketat. Hal itu membuatku agak kurang nyaman. Beberapa peserta rapat seperti melihat kegelisahanku, segera kulempar senyum ke mereka untuk memberitahu bahwa aku baik-baik saja. Dan rapat pun usai. Aku segera kembali ke toilet lagi untuk melihat ketidak beresan celanaku ini. “O la la…” jeritku geli ketika melihat model celana yang kupakai ini. Ternyata aku salah pilih. Celana yang kubeli ini adalah model celana pipa yang sepertinya biasa dipakai oleh wanita.

 

Sesampai di rumah istriku hanya cengar-cengir mendengar cerita ku . Aku yang sial, dia yang untung. Karena celana panjang itu sekarang menjadi miliknya. “Sering..sering keliru beli celana ya yah, biar aku sering dapet celana mahal begini” katanya meledekku. Gemes aku, kucubit dia habis-habisan meluapkan kejengkelanku hari itu.

 

* Cerita ini dibuat berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri oleh suamiku.

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help