Sya's posts with tag: lucu-lucuan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag lucu-lucuan
Blog EntryMencari Murah Di Negeri SeberangApr 17, '07 9:58 PM
for everyone

Alangkah senang hatiku ketika bossku mengajakku untuk turut serta dalam tim yang akan mengikuti training produk NMS card di Singapura. Keinginanku untuk bisa ke luar negeri gratis tercapai juga. Meski hanya ke negeri tetangga. Tapi lumayanlah, aku tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun bahkan malah mendapat uang saku.


Kami berangkat satu tim yang terdiri dari 5 orang. Satu orang general manager, dua orang manager dan dua orang lainnya staf biasa (termasuk aku). Dari kelima orang tersebut, hanya aku sendiri yang perempuan. Karena aku sendiri yang perempuan dalam rombongan ini, maka aku yang ditugasi untuk mengurus tetek bengek keberangkatan, mengurus uang SPJ, pencarian tiket, penginapan dan pemegang uang selama perjalanan.


Setelah berembug kami sepakat bahwa perjalan kali ini kalau bisa kami harus mengeluarkan biaya seefisien mungkin. Agar kami masih dapat menyisakan uang saku untuk keperluan lain. Ya aku sih setuju saja, kecuali satu saran mereka yang tidak kujalankan yaitu masalah tiket pesawat. Mereka ingin kami berangkat dari batam saja, lalu baru menyeberang ke Singapura. Agar biaya fiskal dan biaya tiket pesawatnya bisa lebih murah. Tetapi waktu itu aku terlanjur membeli tiket garuda yang langsung menuju ke Bandara Changi. Temanku ada yang menyesalkan karena tiket garuda kan mahal, kalau aku beli tiket lain mungkin bisa menghemat banyak Selain itu biaya fiskal kalau langsung ke Singapura juga lumayan besar, satu juta rupiah, sementara kalau dari batam hanya 500 ribu rupiah.


Dan kita pun pergi ke sana bergaya ala backpacker kere. Saking kerenya kami membawa bekal satu tas penuh mie instant untuk bekal selama lima hari di sana. Kalau ingat itu aku suka geli sendiri. Begitu ngiritnya kami waktu itu.


Singapura adalah negara kecil yang bersih dan tertib. Itulah kesan pertamaku semenjak sampai di Bandara Changi. Selain itu di sana juga aman, oleh karenanya selama di sana, kemana-mana kami naik MRT (mass rapid transit, seperti KRL kalau di Jakarta). Murah meriah,aman dan yang penting sampai tempat dengan selamat. Sesekali naik taksi juga, tapi itu kalau sudah mendesak dan kalau dibayari bos, hehe.


Untuk penginapan, kita tidak memilih hotel berbintang, tapi memilih menyewa apartment milik orang Indonesia, yang disewakan dengan harga murah. Meski murah, tapi letaknya strategis lho, tepatnya di Devonshire road, hanya beberapa meter dari Orchad road, pusat shopping centrenya Singapura.

Ada pengalaman lucu yang seringkali masih menjadi bahan ledekan oleh teman-temanku jika kami sedang bercanda di kantor. Ceritanya begini, sore itu hari terakhir kami training di Singapura. Setelah empat hari penuh otak kami dijejali dengan materi training tentang SS7, SIP dan kawan-kawannya, kami capek juga. Kami berencana untuk menghabiskan sisa waktu di sana untuk melanjutkan kegiatan mengubek-ubek Singapura. Ada satu tempat yang ingin sekali kukunjungi, yaitu pusat elektroniknya Singapura,Sim Lim (seperti glodok kalau di Jakarta). Suamiku tak henti-hentinya menelpon dan mengirim sms padaku agar dibelikan kamera digital pesanannya.


Dia menyebutkan jenis kamera digital yang dia inginkan, Canon D200. Menurut temannya, kalau di Singapura harganya sekitar 400 dollar - USD (belakangan kutahu info ini palsu). Karena aku ngga tahu harga kamera digital, aku percaya saja dengan informasi dari temen suami itu.


Setiba di Sim Lim aku pun mencari kamera itu. Aku kaget ketika penjaga toko bilang harga kamera itu 1200 dollar. Kata suami kok 400 USD sih harganya, Wah, mungkin perlu ditawar dulu nih. Aku pun memberanikan diri untuk menawar. “Mau nawar berapa?” katanya dengan bahasa inggris berlogat cina khas nya orang Singapura. “400 dollar aja yah..” kataku dengan cueknya. “Yang bener aja lah..” jawab si penjual. “Ya bener, aku nawar 400 dollar, boleh ngga?” tetep aja keukeuh nawar segitu. “What a good price, kalo nawar kira-kira dong..dasar orang Indonesia..! “ katanya sambil tertawa-tawa sembari memanggil teman-temannya. Teman-temanya berkumpul, mereka ngobrol dengan bahasa Cina yang aku tak tahu artinya. Mereka tertawa-tawa, sambil menunjuk-nunjuk dan melihat sinis ke arahku.


Temanku yang kuberitahu kejadian iku malah ikutan tertawa. “Dasar kebiasan belanja di tanah abang ya.., nawar kok nggak kira-kira” katanya menyalahkanku. Menurutnya memang harga kamera itu 1200 dollar lebih. Kalau ditawar jadi 400 dolar ya mana mau. Mendengar temanku tertawa ngakak, boss-bossku yang tadinya sedang melihat-lihat di kios lain mendekati kami. Eh sialnya, si temenku ini cerita juga ke para boss. Walhasil, wajahku merah padam karena malu. Apalagi ketika boss-bossku tahu kejadian itu. dan mereka pun ikut menertawakankku. Oalah, Ingin cari murah kok malah dapat malu.Tak lama setelah kejadian itu, ada sms dari suami “Bun, sori tadi salah informasi, yang benar harganya bukan 400 dollar , tapi 1200 dollar” . “Gubraks… jadi harganya memang segitu, haduh lain kali jangan salah info dong yah. Pantesan orang-orang itu menertawakanku” balasku setengah sebel. 1200 dollar? Darimana aku punya uang sebanyak itu? Ya jelas saja aku tak punya.


Banyak orang yang bilang belanja di Singapura itu murah-murah. Mungkin bagi yang banyak duit ya ? Tapi kalau menurutku di sana tetap lebih mahal dibanding di Indonesia. Baik itu pakaian, makanan atau elektronik. Orang Indonesia banyak yang berbangga diri karena berbelanja di Singapura. Padahal orang Singapura pun banyak yang berbangga diri karena belanjanya di Indonesia. Nah lho lucu kan?


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help