Sya's posts with tag: parenting

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag parenting
Blog EntryJangan Bandingkan Anak Kita Dengan Anak LainMay 19, '08 5:11 AM
for everyone
Si A anaknya Ibu X sudah bisa begitu, kok anakku belum ya?. Si B anaknya Ibu Y udah bisa begini, kok anakku belum ya?

Pernah nggak kita sebagai orangtua membanding-bandingkan kemampuan anak kita dengan anak orang lain? terus terang deh, pasti pernah meski hanya sesekali.

Ini nih kebiasaan burukku. Kalau melihat kelemahan anakku aku langsung membanding-bandingkannya dengan anak tetangga. Kebetulan Mirza punya kelemahan anaknya nggak suka dengan gambar menggambar dan tulis menulis. Kemampuannya memegang pensil masih salah dan belum mantap benar. Padahal anak-anak seusia dia kulihat kebanyak suka mewarnai dan sudah benar cara memegang pensilnya.
Pernah suatu kali saking terobsesinya dengan anak tetangga yang sudah pinter mewarnai, aku agak memaksakan Mirza untuk bisa menirunya. Walhasil, apa coba?
malam berikutnya tidur Mirza nggak nyenyak dan semaleman dia mengigau "Bunda, nggak mau bunda..."
Hiks, sedih juga mendengarnya. Aku introspeksi kemudian. aku berkesimpulan. Caraku salah. Jangan pernah membandingkan kemampuan anak. Dan jangan pula memaksakannya untuk memenuhi ambisi orangtuanya. Biarkan dia belajar secara alamiah sesuai dengan fitrahnya.

Seandainya Mirza bisa mengungkapkan kekesalannya mungkin dia bakalan protes begini
"Salah sendiri bunda bekerja, Ibunya si A kan nggak bekerja jadi A bisa diajarin menggambar terus di siang hari sama Ibunya..."
Gubraks!!
Aku mo jawab apa coba??


Blog EntryMengajar Anak Menghafal Al-Qur'anMay 18, '08 8:56 PM
for everyone
    Setiap orangtua yang punya anak yang masih BALITA (dalam usia golden Age) pasti pernah merasakan kekaguman terhadap perkembangan otak anaknya. Barangkali kalimat "kok bisa ya?" seringkali keluar menyusul beberapa keajaiban yan terjadi pada tumbuh kembang anak kita. Betul nggak? Nggak heran, karena menurut Glenn Doman , bayi yang baru lahir itu telah memiliki 100 trilyun sel otak. Dan masa-masa golden age inilah masa dimana otak anak berkembang secara pesat. Tak heran kalau kadangkala kita dibuat terkagum-kagum oleh kemampuan mereka dalam menyerap sesuatu lebih baik dibandingkan kita yang telah dewasa.

   Aku sendiri pernah mengalami keheranan semacam ini. Ketika kutahu bahwa anakku ternyata mampu menghafal semua dialog dan narasi dari beberapa buku cerita  yang sering kubacakan untuknya secara tepat. Bahkan aku sendiri yang membacakannya tak hafal persis bagaimana kalimatnya, tapi dia yang kala itu baru berusia 3 tahun, mampu menghafalnya secara cepat dan tepat.  Jika ada satu kata yang sengaja kusalahkan untuk mengujinya, dia pasti akan protes dan mengoreksinya.

    Kejaiban-kejaiban seperti ini pasti banyak dirasakan oleh para orangtua yang lain. Lihatlah, betapa cepat anak kita menghafal lagu-lagu (bahkan lagu-lagu dewasa sekalipun), ya nggak? hayoo jujur aja deh.. hehehe. Semua ini tak lain karena memang usia BALITA ini adalah masa-masa golden age seperti yang dikatakan oleh Glen Doman seorang pakar pengembangan potensi manusia dari Philadelphia USA.

   Berawal dari kesadaran akan hal ini, akupun berpikiran  "Alangkah sayangnya jika aku melewatkan masa-masa ini tanpa memberikan stimulus kepada anakku untuk mengembangkan kemampuan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat " kataku dalam hati.
"Daripada nyanyi-nyanyi, mbok mending diajari ngaji" begitu kata ibuku yang sempat terlontar mengomentari keponakanku yang banyak sekali hafal lagu-lagu dewasa. Kalimat itu memotivasiku untuk bertekad mengajari anakku menghafal surat-surat  Al-Quran.

    Awalnya aku belum tahu metode menghafal surat-surat Al-quran yang efektif untuk anak. Maka aku hanya memakai cara konvensional, seperti yang diajarkan guru ngaji TPA anakku. Yaitu dengan menghafalkan seperti biasa dimulai dari surat-surat pendek juz 30. Oh ya tentang guru ngaji di TPA, ada kekecewan yang terus terang kurasakan karena mereka tidak mengajari bacaan secara benar (asal baca dan hafal aja), misalnya mereka nggak mengajarkan cara pengucapan yg benar , qolqolah pada surat al-ihklas. Walhasil anak-anak ajarnya memang hafal surat al-ikhlas tapi bacaannya tak menggunakan qolqolah (nyekluk ..gitu jawanya ) . Menurutku, cara seperti ini salah. Dan kesalahan yang dianggap wajar oleh guru ngaji ini bisa berakibat fatal karena jika hal ini sudah menjadi kebiasaan, di kemudian hari bacaan anak akan susah dibenarkan. Oleh karena itu aku bertekad untuk mengajari anakku dengan caraku sendiri (meski dia juga tetap ngaji di TPA). (Waktu cuti hamil kmren aku menunggui anakku yang sedang ngaji di TPA dan kuperhatikan hanya Mirza satu-satunya anak yang membaca Al-ikhlas dengan qolqolah).

   Aku sangat bersyukur  aku telah membaca buku "Doktor Cilik Hafal quran" nya Mba Dina Sulaiman. Dari sanalah aku tahu ada metode bagus untuk mengajarkan anak menghafal Quran seperti yang dilakukan ayah sang doktor Sayyid Husein asal Iran. Husein adalah anak ajaib yang mampu menghafal quran dalam usianya yang baru 5 tahun. Metode jamiatul quran sekarang telah berkembang pesat di Iran dan di Indonesia juga sudah ada dengan nama "rumah qurani" , cmiiw. Dengan metode ini anak dengan fun akan mampu menyerap hafalan sekaligus maknanya.

  Sedikit demi sedikit aku hendak mencoba menerapkannya untuk Mirza. Cara yang kugunakan sebaik mungkin membuat anak tidak sadar bahwa ternyata dia sedang "diajari". Misalnya  sambil menggunakan boneka aku mendongeng, si boneka (misalnya aja namanya berry beruang) . Dalam dongeng kuceritakan Berry badannya menjadi lemas karena terlalu banyak makan. Makanan banyak yang tersisa dan dibuang-buang. Nah dari situ aku menerapkan metode rumah qurani untuk menghafalkan surat Al-araf 31 "Kuluu wasrabu wa la tusrifu "  artinya "makan dan minumlah tapi jangan berlebihan".

    Cara mengafalnya aku meniru dari buku "Doktor cilik hafal quran " halaman 153.

1. Mirza aku suruh berdiri sambil membaca "Kulu... " sambil menggerakkan tangannya kemulut seolah-olah hendak makan.
2. Lalu membaca "Wasrabu" , sambil menggerakan tangannya seperti meminum dari gelas.
3." Wala"  menggerakan telunjuk ke kiri dan ke kanan  (seperti tanda utk melarang sesuatu)
4. "Tusrifu " menggerakan kedua tangan  membentuk  bulatan besar (tanda kebanyakan)

Lakukan langkah itu dan diganti kata-katanya dengan arti kata bahasa indonesianya. Misalnya Kata kulu diganti dengan (makan), wasrabu (minum), wala (tapi jangan ), tusrifu (berlebihan).
 
Mungkin banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mengajar anak menghafal quran , tapi aku sendiri belum tahu banyak (baru tahu dari bukunya mbak Dina itu). Dan baru sadar juga ternyata orangtua itu harus kreatif dalam mengajar anak. Karena kita tak bisa hanya mengandalkan pengajaran dari guru. Dan bukankah tugas mendidik anak itu adalah tugas orangtua bukan melulu tugas guru?


Blog EntryNggak Boleh Bilang Capek.Aug 16, '07 1:36 AM
for everyone
    Aku pernah bertanya ke Bunda Neno Warisman, sewaktu mengikuti seminar pendidikan anak yang diadakan di kompleksku beberapa bulan yang lalu. Pertanyaanku kurang lebih tentang bagaimana manajemen waktu yang baik bagi ibu bekerja agar tetap bisa menjalankan perannya dalam mendidik anak dengan baik?

    Lalu Bunda Neno Warisman menjawab. Kurang lebih jawabannya adalah sbb : Anda sebagai Ibu Pekerja jangan sampai melupakan tugas utama sebagai pendidik anak. Anda harus sadar segala konsekuensi yang harus dijalani sehubungan dengan pilihan anda yang juga menjalani profesi sebagai ibu pekerja. Salah satu konsekuensinya adalah anda harus tetap meluangkan waktu untuk mengawasi anak, mengajari dan mendidiknya. Jika Anda sudah lelah seharian bekerja, waktu malam hari atau pagi hari sebelum berangkat kerja bisa dimanfaatkan. Tapi Ingat, Anda tak boleh mengatakan bahwa anda sudah lelah (setelah siangnya capek kerja) !,  Itu konsekuensi yang harus Anda jalani.

    Nah, memang sejak itu aku nggak pernah ngomong capek di depan Mirza. Meski sepulang kerja dia selalu mengajakku bermain-main dalam kondisi yang sebenarnya aku sendiri lelah dan ngantuk, aku berusaha semaksimal mungkin untuk tetap meladeninya. Meluangkan watu untuk mengajaknya belajar atau bermain.

   Tapi, tadi malam aku bener-bener sedang dalam kondisi capek dan ngantuk (bawaan bumil juga kali ya..). Setelah seharian di kantor aku koding yang cukup melelahkan pikiran. Sampai rumah, masih sempat ngajarin Mirza ngaji sebentar, tapi setelah itu aku tak sengaja tertidur di kasur ruang tengah, sementara Mirza sedang asyik bermain sendiri. Aku kaget sewaktu tiba-tiba Mirza teriak "Bundaaaa...nggak boleh bobok...". Antara sadar dan nggak sadar tiba-tiba spontan aku jawab "Aduh..bunda capek mas, ngantuk banget, Mas Mirza main sama mbak aja ya.." . Aku lupa nih nasehat Bunda Neno. Maafkan aku ya Nak, kalau inget aku jadi nyesel sendiri .. :( , Semoga next Time Bunda ngga begitu lagi.

   

Blog EntryONLI For Your KidsMay 3, '07 9:58 PM
for everyone
     Matahari telah bersembunyi kembali di balik peraduan. Petang menjelang, perlahan bergerak menyelimuti awan. Di dalam sebuah angkot jurusan Depok-Citayam, aku duduk di pojok belakang. Tepat di depanku duduk seorang ibu beserta anak laki-lakinya yang kuperkirakan umurnya sekitar 3 tahun. Bersama mereka turut pula rombongan ibu-ibu lain (4 atau 5 orang) yang masing-masing membawa anak-anaknya yang rata-rata masih berusia BALITA. Sepertinya mereka baru saja menghabiskan waktu dengan berbelanja di pusat perbelanjaan terkemuka di Depok.


    Anak-anak yang lucu-lucu dan lincah itu menarik perhatianku. Rasa capek dan letihku sehabis bekerja seharian di kantor serasa luruh perlahan-lahan. Anak laki-laki yang duduk di depanku itu lucu sekali. Wajahnya juga putih bersih. Kuperkirakan dia anak orang berada. Dari tampilannya yang putih bersih seringkali aku menemukan seorang itu berasal dari keluarga berada. Kebetulan ibunya pun berpenampilan cantik dan modis, sehingga tak berlebihan jika aku beranggapan demikian. Anak laki-laki itu, (entah siapa namanya ) mengingatkanku akan anakku yang saat itu sedang dirumah menunggu kepulanganku.


    Si Anak lelaki itu banyak berceloteh, ia menanyakan apa saja yang ada di sekitarnya. “Ma, itu apa ma?” tanyanya sambil menujuk ke lampu lalu lintas. Si Ibu yang dipanggilnya mama hanya terdiam sambil sibuk menghitung-hitung isi kantong belanjaanya. “Mama..itu apa? “ Tanya si anak lelaki itu lagi. Kali ini si ibu menjawab dengan gertakan “Diam..!” . Aku kaget. Dan anak itu pun terdiam sambil menunduk sedih.kasihan sekalii, batinku. Tahukah kau wahai ibu? Bahwa jika anak kita bertanya dan kita sebagai orangtua tidak memberikan jawaban atas pertanyaannya, maka akan terputuslah beberapa koneksi yang ada di dalam sel otak anak itu.


    Aku sibuk menyesalkan sikap sang ibu itu terhadap anaknya. Tiba-tiba sang anak bertanya lagi ke ibunya “Ma, itu ada balon gede..” sambil menunjukk ke arah balon-balon besar yang digantung diatas atap-atap pusat perbelanjaan. Si Anak loncat-loncat kegirangan melihatnya Dan Tiba-tiba sang Ibu marah besar sambil memukul pantat anaknya “Diam Bang, kok gak bisa diam sih..” . Kontan si anak menangis, kaget dan mungkin juga sakit karena pukulannya. Aku miris, sedih, sambil mengurut dada. Tahukah kau wahai ibu? Apa yang baru saja kau lakukan kepada anakmu itu telah menghambat tumbuh kembang sel otak anak itu. Atau bahkan jika hal seperti itu terlalu sering dilakukan kepadanya, mungkin sel otak anak anda akan layu, sama sekali tidak berkembang.


    Pada saat lahir, seorang bayi memiliki 1.000.000.000.0000 sel otak. Kecerdasan seseorang bukan dipengaruhi oleh volume atau jumlah sel dalam otak, akan tetapi dipengaruhi oleh jumlah koneksi antara sel-sel otak tersebut. Agar sel otak tumbuh dan terkoneksi dengan baik, dibutuhkan ‘makanan’ untuk tumbuh kembangnya.

    Menurut Dr Tony Buzan, makanan yang bisa membantu tumbuh kembang otak anak anda adalah : ONLI (Oksigen, Nutrisi, Love dan Informasi).


O : Oksigen


    Sel otak anak kita membutuhkan suplai oksigen yang banyak agar dapat bekerja dengan kemampuan yang maksimal. Kebutuhan akan oksigen ini bisa kita dapatakan dari latihan fisik yang teratur setiap harinya. Berikan kebebasan kepada anak kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan fisik sepanjang tahun-tahun pertama hidupnya.

N : Nutrisi

    Nutrisi tak hanya diperlukan dalam perkembangan fisik anak-anak,tetapi juga berpengaruh dalam perkembangan otaknya. Sel otak anak anda yang berjumlah jutaan itu perlu mendapatkan dukungan suplai makanan berupa nutrisi yang baik. Dalam memberikan makanan kepada anak, jangan hanya berpikir pada kuantitasnya saja tapi yang terpenting adalah kualitasnya. Apakah sudah memenuhi berbagai macam vitamin atau belom.

L : Love

        Mungkin selama ini kita kurang menyadari kalau sebenarnya sebuah kasih sayang itu sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang otak anak kita. Makanya sering sekali terjadi kasus seperti yang saya ceritakan diatas, orangtua dengan sangat gampangnya membentak anak atau bahkan melakukan siksaaan fisik, padahal hal yang terjadi sebenarnya hanya sepele. Dan fatalnya, justru hal itu berakibat pada terhambatnya pertumbunan otak sang anak, sungguh sangat disayangkan.

Tentang kasih sayang ini, ada sebuah kisah tentang dua ekor kera yang bernama Jeepers dan Ceepers. Jeepers dilahirkan di sebuah kebun binatang oleh ibunya, ibunya sangat menyayangi Jeepers, kemanapun dia pergi selalu bersama ibunya, seringkali bercanda tawa penuh kasih. Jeepers hidup dalam komunitas kera yang saling akrab satu sama lain. Sementara itu Ceepers hidup dalam sangkar majikannya. Dia hidup tanpa belaian aksih saying dari kedua orangtuanya. Terkungkung sendirian dalam sangkar majikannya. Setahun kemudian hari Jeepers dan Ceepers meninggal karena bersamaan karena terserang wabah. Seorang psikolog kemudian mengotopsi otak keduanya dan menelitinya. Kemduain ditemukan hasil bahwa otak Jeepers berkembang sangat bagus seperti pohon ek yang lebat dan banyak cabangnya, sementara otak Ceepers mati dan layu. Itulah salah satu bukti bahwa ternyata kasih saying dapat membantu menumbuhsuburkan perkembangan otak anak kita.

I : Informasi

    Makanan otak selanjutnya adalah berupa sebuah informasi. Kecerdasan manusia tidak hanya dilihat dari seberapa banyak sel otak yang ada di dalamnya, akan tetapi dari berapa banyak jumlah koneksi yang ada antara sel otak yang satu dengan sel otak lainnya. Untuk menciptakan koneksi ini dibutuhkan sebuah informasi yang kita dapat dari lingkungan kita. Sumber utama informasi seorang anak (BALITA) adalah berasal dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka kepada orangtua atau pengasuhnya. Untuk itu ketersediaan buku-buku, majalah, video atau media elektronik lain sebagai sumber informasi sangat penting dalam membantu merangsang pertumbuhan otak anak kita.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help