Sya's posts with tag: renunganku

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag renunganku
Blog EntryWanita Tua Yang Selalu MendatangikuJul 24, '07 1:55 AM
for everyone
    Hampir setiap bulan wanita tua itu selalu datang ke rumahku. Awalnya, dia datang untuk mencari pekerjaan. Tetapi karena di rumahku sudah ada asisten, maka aku menolaknya. Dia adalah seorang wanita tua berumur kurang lebih 60 tahun, sudah Janda sejak beberapa tahun yang lalu. Dia seumuran dengan Ibuku. Perawakannya pun hampir mirip dengan Ibuku. Apalagi caranya berjalan yang kadang terlihat agak terpincang-pincang, mengingatkanku kepada Ibu jika penyakit asam uratnya sedang kambuh.

   Wanita tua itu, panggil saja Si Emak, karena aku tak tahu siapa nama sebenarnya. Kuyakin sengaja Allah datangkan kepadaku agar aku selalu ingat, agar aku selalu mengasihi janda-janda tua yang sudah tak mampu lagi mencari nafkah. Setiap dia datang, hatiku selalu berdesir, haru selalu tak dapat kubendung setiap kali Emak datang dan membuatku teringat Ibuku yang di berada kampung. Dengan jalan yang tertatih-tatih, jauh-jauh dari bogor, harus naik kereta dari stasiun cilebut sampai stasiun citayam. Baru dari Citayam jalan kaki ke rumahku. Duh, dengan kondisi fisik yang lemah dan jalan terpincang-pincang seperti itu setapak demi setapak dia jalani demi menyambangiku, mengharapkan pemberian dariku untuk sekedar makan anak dan cucu-cucunya.

    Pernah suatu hari, ketika aku sakit dan terbaring di tempat tidur. Emak datang. Kondisiku badanku yang sedang butuh istirahat cukup membuatku malas beranjak dari tempat tidur. Karenanya ketika kudengar suara salam diluar rumah yang kutahu itu suara si Emak, aku langsung menyuruh pembantuku untuk menemuninya, kuserahkan uang secukupnya ke Mbak untuk diberikan ke Emak. Namun ternyata Emak tak puas jika tak bertemu denganku. Akhirnya dengan berat hati aku turun dari tempat tidur dan menemuinya. Ternyata Emak datang untuk menjengukku. Entah apa yang menggerakkan Emak sehingga dia bisa tahu kalau aku sedang sakit kala itu. Setelah kutemui, Emak mencium tanganku, lalu mengajakku doa bersama. Lagi-lagi hatiku dibuatnya gerimis. Setulus itu Emak jauh-jauh dan bersusah payah untuk menjengukku dan mendoakanku :(

    Ya Allah, Kuyakin sengaja kau hadirkan Emak untukku. Terimakasih Ya Allah, telah kau hadirkan wanita tua itu kepadaku. Dengan kehadirannya yang setiap kali mampu menggerimiskan hatiku, aku menjadi lebih peka terhadap derita janda-janda tua yang sudah tak mampu mencari nafkah sepertinya. Dengan kehadirannya, aku selalu diingatkan bahwa masih ada Ibu yang jauh di kampung sana yang membutuhkan bakti dan kasih sayang anaknya ini.  Dengan kehadirannya, membuatku tersadar bahwa hidup itu terus berjalan, sekarang aku masih sehat dan kuat, masih bisa mencari nafkah sendiri. Tapi sautau saat nanti aku akan menjadi lemah dan tua , seperti halnya Emak sekarang ini.  


Blog EntryPrasangka Yang MerusakJul 19, '07 4:24 AM
for everyone
Saat keresahan, kekecewaaan, kegalauan melanda hatiku. Tak sengaja pagi ini kutemukan sebuah puisi yang isinya cukup menyentilku dan kemudian menggerakkan hatiku untuk bangkit dari keterpurukan.

Puisi berjudul "Merusak" yang ditulis oleh Sheila Stephens dalam buku "Chocolate For Woman's Blessings" itu cuplikannya sebagai berikut :

Aku dilukai dan dikecewakan seorang kawan,
dan menemukan diriku marah berkepanjangan,
Aku merusak semangatku
     karena orang lain.

Aku tidak mewujudkan mimpiku dengan seketika,
kemudian berhenti berusaha.
Aku merusak semangatku
    karena Ketidaksabaran.

Aku merasakan turunnya hujan di pintu musim dinginku,
dan mengeluh semuanya itu tidak cukup.
Aku merusak semangatku
    karena cuaca.

Aku memperhatikan hal-hal yang kumiliki
dan menyebut semuanya itu tidak cukup.
Aku merusak semangatku
    karena Rasa Kekurangan.

Aku berlari tergesa-gesa
dan kehilangan rasa damaiku.
Aku merusak semangatku
      karena Waktu dan Tindakan.

Aku melihat tantangan sebagai masalah,
dan takut terhadap hal buruk yang akan terjadi.
Aku merusak semangatku
    karena Kecemasan.

....

Prasangka. Ya, Prasangka. Allah ada dalam setiap prasangka hambaNya. Maka berprasangkalah yang baik-baik agar  hal baik pula yang akan terjadi pada kita.
Jika kita sedang dikecewakan oleh seorang teman, untuk apa kita marah berkepanjangan? Toh dengan marah berkepanjangan masalah tidak lantas terselesaikan, justru sebaliknya, diri kita sendiri yang akan dirugikan dengan hadirnya emosi negatif yang menggerogoti kesucian hati kita.
Ketika mimpi harus tertunda, untuk apa kita lantas berhenti berusaha? Mundurlah selangkah, tapi untuk mengambil "ancang-ancang" untuk lompatan yang lebih hebat.
Ketika tantangan ada di depan, untuk apa kita takut pada hal-hal terburuk yang akan terjadi? Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh kecemasan yang tak pasti.
Masalah itu ada tergantung bagaimana hati kita memandangnya, sebagai prasangka baik atau sebagai prasangka buruk? Jika prasangka buruk yang kita hadirkan, maka masalah tak segan akan menghampiri.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help